Peluang Bisnis Obat-obatan Herbal Indonesia

jual-obat-herbal-online

Bekerja adalah  salah satu tuntutan penting dalam menjalani kehidupan sehari – hari. Maka dari itu pekerjaan akan menentukan penghasilan yang akan didapat dan juga akan menjadikan batasan kepada kebutuhan yang tak terbatas.
Solusinya adalah Kita selaku pelaku ekonomi perlu berfikir bagaimana meningkatkan pendapatan supaya bisa memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas ini.  Salah satu jalannya adalah dengan  bisnis obat-obatan herbal.
Bisnis Obat-obatan Herbal saat ini sedang naik daun dan diprediksi oleh pakar ekonomi bahwa potensi pasar yang bisa diserap oleh industri herbal masih bisa terus menginkat. Hal ini dikaitkan dengan gencarnya anjuran untuk kembali ke alam (natural), herbal merupakan obat-obatan yang berasal dari bahan alam di mana saat ini telah banyak dibuktikan melalui hasil uji klinis maupun uji di lapangan menunjukkan hasil yang fantastis.
Penyakit-penyakit berat yang susah disembuhkan dengan obat kimia bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal, Sungguh besar kuasa Allah SWT, dengan adanya kebutuhan pasar yang sangat besar marih kita raih peluang usaha herbal ini untuk memasuki pasar yang masih terbuka lebar untuk mengais rezeki yang halal.
Selain terbukti secara empiris dan klinis, obat-obatan herbal memiliki keunggulan relatis lebih aman untuk tubuh dan tentunya kehalalan sangat terjamin, oleh karena itu segera tangkap peluang usaha herbal ini.
http://www.kerja-dirumah.info/peluang-bisnis-obat-obatan-herbal/

Mengembangkan Usaha Pertanian Organik

sayuran-organik

Pertanian Organik kini menjadi idola baru dalam dunia bisnis pertanian (Agrobisnis), hal ini seiring dengan munculnya kegelisahan sekaligus kesadaran dari masyarakat mengenai pentingnya mengkonsumsi makanan, sayuran dan buah-buahan yang bebas dari bahan-bahan kimia. Produk pertanian selama ini menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk, pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi trend baru meninggalkan pola hidup lama yang penuh dengan bahan kimia.
Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian, terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumennya serta tidak merusak lingkungan. Gaya hidup sehat demikian telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food safety attributes), kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) dan ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Preferensi konsumen seperti ini menyebabkan permintaan produk pertanian organik dunia meningkat pesat.
Indonesia memiliki kekayaan sumberdaya hayati tropika yang unik, kelimpahan sinar matahari, air dan tanah, serta budaya masyarakat yang menghormati alam, potensi pertanian organik sangat besar. Pasar produk pertanian organik dunia meningkat 20% per tahun, oleh karena itu pengembangan budidaya pertanian organik perlu diprioritaskan pada tanaman bernilai ekonomis tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.
PELUANG PERTANIAN ORGANIK DI INDONESIA
Luas lahan yang tersedia untuk pertanian organik di Indonesia sangat besar. Dari 75,5 juta ha lahan yang dapat digunakan untuk usaha pertanian, baru sekitar 25,7 juta ha yang telah diolah untuk sawah dan perkebunan (BPS, 2000). Pertanian organik menuntut agar lahan yang digunakan tidak atau belum tercemar oleh bahan kimia dan mempunyai aksesibilitas yang baik. Kualitas dan luasan menjadi pertimbangan dalam pemilihan lahan. Lahan yang belum tercemar adalah lahan yang belum diusahakan, tetapi secara umum lahan demikian kurang subur. Lahan yang subur umumnya telah diusahakan secara intensif dengan menggunakan bahan pupuk dan pestisida kimia. Menggunakan lahan seperti ini memerlukan masa konversi cukup lama, yaitu sekitar 2 tahun.
Volume produk pertanian organik mencapai 5-7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea.
Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi antara lain:
1) belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik.
2) perlu investasi mahal pada awal pengembangan karena harus memilih lahan yang benar-benar steril dari bahan agrokimia.
3) belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.
Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komparatif antara lain : 1) masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik, 2) teknologi untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida hayati dan lain-lain.
Pengembangan selanjutnya pertanian organik di Indonesia harus ditujukan untuk memenuhi permintaan pasar global. Oleh sebab itu komoditas-komoditas eksotik seperti sayuran dan perkebunan seperti kopi dan teh yang memiliki potensi ekspor cukup cerah perlu segera dikembangkan. Produk kopi misalnya, Indonesia merupakan pengekspor terbesar kedua setelah Brasil, tetapi di pasar internasional kopi Indonesia tidak memiliki merek dagang.
Pengembangan pertanian organik di Indonesia belum memerlukan struktur kelembagaan baru, karena sistem ini hampir sama halnya dengan pertanian intensif seperti saat ini. Kelembagaan petani seperti kelompok tani, koperasi, asosiasi atau korporasi masih sangat relevan. Namun yang paling penting lembaga tani tersebut harus dapat memperkuat posisi tawar petani.
PERTANIAN ORGANIK MODERN
Beberapa tahun terakhir, pertanian organik modern masuk dalam sistem pertanian Indonesia secara sporadis dan kecil-kecilan. Pertanian organik modern berkembang memproduksi bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan sistem produksi yang ramah lingkungan. Tetapi secara umum konsep pertanian organik modern belum banyak dikenal dan masih banyak dipertanyakan. Penekanan sementara ini lebih kepada meninggalkan pemakaian pestisida sintetis. Dengan makin berkembangnya pengetahuan dan teknologi kesehatan, lingkungan hidup, mikrobiologi, kimia, molekuler biologi, biokimia dan lain-lain, pertanian organik terus berkembang.
Dalam sistem pertanian organik modern diperlukan standar mutu dan ini diberlakukan oleh negara-negara pengimpor dengan sangat ketat. Sering satu produk pertanian organik harus dikembalikan ke negara pengekspor termasuk ke Indonesia karena masih ditemukan kandungan residu pestisida maupun bahan kimia lainnya.
Banyaknya produk-produk yang mengklaim sebagai produk pertanian organik yang tidak disertifikasi membuat keraguan di pihak konsumen. Sertifikasi produk pertanian organik dapat dibagi menjadi dua kriteria yaitu:
a) Sertifikasi Lokal untuk pangsa pasar dalam negeri. Kegiatan pertanian ini masih mentoleransi penggunaan pupuk kimia sintetis dalam jumlah yang minimal atau Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA), namun sudah sangat membatasi penggunaan pestisida sintetis. Pengendalian OPT dengan menggunakan biopestisida, varietas toleran, maupun agensia hayati. Tim untuk merumuskan sertifikasi nasional sudah dibentuk oleh Departemen Pertanian dengan melibatkan perguruan tinggi dan pihak-pihak lain yang terkait.
b) Sertifikasi Internasional untuk pangsa ekspor dan kalangan tertentu di dalam negeri, seperti misalnya sertifikasi yang dikeluarkan oleh SKAL ataupun IFOAM. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi antara lain masa konversi lahan, tempat penyimpanan produk organik, bibit, pupuk dan pestisida serta pengolahan hasilnya harus memenuhi persyaratan tertentu sebagai produk pertanian organik.
Beberapa komoditas prospektif yang dapat dikembangkan dengan sistem pertanian organik di Indonesia antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, tanaman rempah dan obat, serta peternakan. Menghadapi era perdagangan bebas pada tahun 2010 mendatang diharapkan pertanian organik Indonesia sudah dapat mengekspor produknya ke pasar internasional.

Kategori Komoditi Pertanian Organik:
Tanaman Pangan Padi
Hortikultura Sayuran: brokoli, kubis merah, petsai, caisin, cho putih, kubis tunas, bayam daun, labu siyam, oyong dan baligo. Buah: nangka, durian, salak, mangga, jeruk dan manggis.
Perkebunan Kelapa, pala, jambu mete, cengkeh, lada, vanili dan kopi.
Rempah dan obat Jahe, kunyit, temulawak, dan temu-temuan lainnya.
Peternakan Susu, telur dan daging

Sumber :
http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/17/

Segarnya Peluang Usaha Makanan Beku

frozenfood1


Saat ini makanan beku atau Froozen food merupakan makanan yang banyak dicari orang. Hal ini karena Froozen food merupakan bahan makanan yang praktis, bisa disimpan cukup lama di dalam lemari pendingin, dan bisa dimasak sewaktu-waktu. Beberapa bahan makanan yang banyak dicari di antaranya adalah ikan dan seafood, seperti udang dan cumi. Peluang usaha makanan beku ini cukup potensial untuk ditekuni karena kecenderungan masyarakat modern yang semakin banyak memiliki pola hidup seperti ini.
Kekayaan alam Indonesia yang memiliki sumber daya laut yang besar membuat bahan baku untuk usaha makanan beku ini mudah mencari bahannya. Namun demikian di sebagian wilayah Indonesia yang jauh dari laut atau di perkotaan akan sulit mendapatkan makanan segar,sehingga Peluang Usaha makanan segar ini potensial.
Untuk memulai bisnis makanan beku ini ada baiknya Anda bisa melakukan survei ke berbagai supermarket untuk mengecek tingkat permintaan frozen food berbahan dasar ikan dan seafood ini. Dapat pula Anda menghubungi pelakunya secara langsung, misalnya mengontak mereka lewat website atau blog yang tercantum di internet, atau Anda bertemu mereka di pameran.
Selain itu menurut Rhenald Kasali untuk memulai usaha makanan segar ini anda bisa mencari informasi ke Dinas Perikanan dan Kelautan atau Dinas Koperasi. Untuk tes pasar sebagai usaha pemula, Anda bisa menawarkan produk makanan beku produksi Anda ke komunitas sekitar, seperti para ibu di sekolah anak, kerabat, atau tetangga. Penting diingat: frozen food ini harus bebas zat pengawet, zat pewarna, dan sebaiknya tidak memakai penguat rasa.


Sumber: http://wanitawirausaha.femina.co.id/WebForm/contentDetail.aspx?MC=001&SMC=001&AR=54